®️🔴REAKSI ISTRI Guru Gorontalo Yang Viral❗Sudah Lapor Kepsek Sebulan Lalu Minta Suami & Siswi Dibina

Published: 01 January 1970
on channel: Tribun Pontianak
21,159
68

‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

Kasus video viral seorang guru madrasah di Gorontalo yang berinisial DH (57) bersama siswinya kini jadi sorotan publik.

Dikutip dari Tribunnews.com, ternyata jauh sebelum video guru dan siswa tersebut viral, istri DH sempat mengadukan tindakan asusila suaminya itu ke Kepala Sekolah tempat DH mengajar.

Pengaduan tersebut dilakukan istri DH secara langsung kepada Kepala Sekolah.

Bahkan istri DH sempat mendatangi rumah Kepala Sekolah sebulan lalu.

Sang istri meminta Kepala Sekolah untuk menegur DH, serta melakukan pembinaan kepada DH dan siswinya.


#video #guru #siswi #gorontalo #viral #osis #man #polisi #polres #madrasah


Kumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.

#TribunPontianakAwards2023 #KalbarMajuMenembusBatas
#KalbarMenembusBatas #TribunPontianakAwards #TribunPontianak15

Program: -
Host: -
Editor Video: Tito Ramadhani
Uploader: -

Video yang ada Unsur "AFP" kami memiliki lisensi

Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/
Simak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  

Follow us:

Instagram:   / tribunpontianak  
Facebook:   / tribunpontianakinteraktif  
Twitter:   / tribunpontianak  
TikTok: tiktok.com/@tribunpontianak

Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.


Watch video ®️🔴REAKSI ISTRI Guru Gorontalo Yang Viral❗Sudah Lapor Kepsek Sebulan Lalu Minta Suami & Siswi Dibina online without registration, duration hours minute second in high quality. This video was added by user Tribun Pontianak 01 January 1970, don't forget to share it with your friends and acquaintances, it has been viewed on our site 21,159 once and liked it 68 people.